BAB I
PENDAHULUAN
Secara faktual kehidupan masyarakat khususnya di Indonesia menunjukan kehidupan yang plural. Karena itulah, sikap dasar yang seharusnya dikembangkan adalah sikap bersedia untuk menghargai, menghormati dan bertoleransi terhadap adanya perbedaan masing-masing anggota masyarakat. Di sini, perbedaan dipandang sebagai hak fundamental dari setiap anggota masyarakat. Tanpa perbedaan masyarakat itu akan stagnan dan cenderung tidak kreatif.
Kajian ini mencoba mengurai kemajemukan atau pluralitas dalam studi islam untuk mendapatkan suatu gambaran utuh. Jika pemahaman atas perbedaan itu sudah diketahui maka perlu diharapkan mampu menyikapi secara dewasa setiap perbedaan dengan memperlakukan pluralitas secara kreatif dengan memperlakukan pluralitas secara kreatif dan bertanggung jawab1.Pengertian Pluralisme
Pluralisme dari kata plurality (Inggris) yang berarti banyak atau beraneka ragam. Sedangkan pluralisme dari kata pluralism yaitu suatu pandangan atau paham yang memiliki prinsip bahwa keanekaragaman itu jangan menghalangi untuk bisa hidup berdampingan secara damai dalam satu masyarakat yang sama.
Pengertian Pluralisme Menurut Paham Ilmu
1.Pluralisme secara ilmu sosial adalah kerangka dimana ada interaksi beberapa kelompok yang menunjukan rasa saling menghormati dan toleransi satu sama lain.
*) Bisa diargumentasikan bahwa sifat pluralisme sosial ilmiyah adalah faktor utama dalam pertumbuhan pesat ilmu pengetahuan.
2. Menurut guru besar Universitas Harvard AS, mengatakan bahwa “Pluralitas” mengacu pada adanya hubungan saling bergantung antar berbagai hal yang berbeda, sedang “kemajemukan” (diversitas) mengacu kepada ketidak adanya hubungan seperti itu diantara hal-hal yang berbeda.
Bentuk-bentuk pluralitas•Anggota keluarga adalah bentuk pluralitas dalam kerangka kesatuan keluarga dan sebagai antitesis darinya
•Pria dan wanita adalah bentuk pluralitas dari kerangka kesatuan jiwa manusia
•Bangsa –bangsa dan kabilah-kabilah adalah bentuk pluralitasjenis kelamin
Pluralitas Antar Umat BeragmavPluralitas berarti adanya hubungan dan ketergantungan di antara hal-hal yang berbeda.
v Menerapkan prinsip Tri Kerukunan Antar Umat beragama.
v Hakekat Manusia sebagai makhluk sosial.
Pluralitas dalam Syariat, Metode, dan PolitikØAgama adalah satu, dan ikhtilaf serta pluralitas terjadi dalam syariat-syariat yang merupakan jalan serta metode untukberagama dengan agama lain.
Ø Pluralitas dalam syariat-syariat dan munhaj-munhaj mempunyai fungsi pemikiran dan peradaban. Pemilihan di dalamnya serta darinya adalah pusat dan ukuran bagi peradaban umat-umat, aliran-aliran, mazhab-mazhab, dan unsur-unsurnya.
Ø Syariat-syariat yang beragam adalah seperti jalan-jalan dan metode-metode beragama dengan pokok-pokok agama Ilahi yang satu.
Ø Medan pluralitas, keragaman, dan perbedaan dalam politik dan pengaturan parsial yang berkaitan dengan kemaslahatan yang berubah-ubah merupakan medan yang terbuka bagi keragaman, pluralitas, dan peradaban.
ØAgama adalah satu, dan ikhtilaf serta pluralitas terjadi dalam syariat-syariat yang merupakan jalan serta metode untukberagama dengan agama lain.
Ø Pluralitas dalam syariat-syariat dan munhaj-munhaj mempunyai fungsi pemikiran dan peradaban. Pemilihan di dalamnya serta darinya adalah pusat dan ukuran bagi peradaban umat-umat, aliran-aliran, mazhab-mazhab, dan unsur-unsurnya.
Ø Syariat-syariat yang beragam adalah seperti jalan-jalan dan metode-metode beragama dengan pokok-pokok agama Ilahi yang satu.
Ø Medan pluralitas, keragaman, dan perbedaan dalam politik dan pengaturan parsial yang berkaitan dengan kemaslahatan yang berubah-ubah merupakan medan yang terbuka bagi keragaman, pluralitas, dan peradaban.
Dalam alqur’an disebutkan bahwa :
“ Hai sekalian manusia sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan kami jadikan kau berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal, sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah yang lebih takwa diantara kamu.” (QS.Al Hujarat : 13)
Dalam kerangka kesatuan ini, terjadi pluralitas dan perbedaan anta ras, warna, umat, bangsa, kabilah, lidah, bahasa, nasionalisme, dan perubahan.
•Perbedaan tersebut menjadi kekhasan, ini adalah peradaban dengan hikmah Ilahi dalam pluralitas, kekhasan, dan perbedaan di antara umat dan bangsa-bangsa.
•Keanekaragaman tersebut menjadikan heterogenisasi kebudayaan bangsa Indonesia.
Perbedaan sosial diantara strata adalah hakikat dari hakikat -hakikat realitas ekonomi dan sosial dari selurh umat,seluruh peradaban sepanjang sejarah.
• Model Barat
ü Melihat strata sosial secara berlebihan dengan pemikiran “usaha kemajuan” di atas pundak satu strata sosial (kaum borjuis dalam model liberal dan ploretar dalam model komunis).
Jika model barat pertentangan dalam menuntaskan masalah antara strata-strata sosial yaitu satu kelas menghadapi gempuran kelas yang lain sehingga membawa hilangya pluralitas.
•Model islam selain mengakui adanya perbedaan kelas strata sosial,membebankan”risalah kemajuan”ini kepada umat tidak pada suatu kelas tertentu.
Faktor-faktor yang menjadi reaksi latar belakang diskriminasi terhadap umat nonmuslim :
1.Faktor-faktor luar
2.Kolonialisme
3.Salibisme
4.Tatarisme
5.imperealisme
Hakekat hubungan antara agama-agama, madzhab-madzhab, dan kaum-kaum dalam peradaban islam, baik dalam tataran”idealitas-teoritis” maupun dalam tataran “aplikasi dan praktis”.
1.Sikap sempit dalam memandang pluralitas merupakan sesuatu yang insidental dan temporal sifatnya
2.Kekuasaan ajaran islam diperkuat oleh kenyataan “idealitas” dalam model peradaban islam adalah “agama” dan ajaran ilahi yang tetap.
3.Tindakan penindasan yang terjadi suatu waktu oleh orang-orang keras dan fanatik adalah akibat faktor-faktor lokal, bukan karena ajaran-ajaran untuk bersikap fanatik dan intolern.
•
Tidak ada komentar:
Posting Komentar